Sabtu, 12 Maret 2011

ASKEP MCI

ASKEP INFARK MIOKARDIUM

Pengertian
Keadaan kematian miokardium karena adanya penghentian aliran darah dan O2 pada miokardium sebagai akibat sumbatan pada arteri koronaria dan cabang-cabangnya.

Patofisiologi
Sumbatan total dan sub total miokardium dan cabang-cabangnya oleh Arteriosclerosis atau Trombus koroner, aliran darah dan oksigen mikardium tidak adequat, dalam masa waktu 30 – 45 menit akan terjadi kematian miokardium, terjadi necrosis, kemudian terjadi Infark Miokardium.

Tanda dan gejala
Keluhan utama adalah nyeri dada retrosternal seperti diremas-remas, ditekan, ditusuk, panas, seperti rasa ditindih barang berat, nyeri menjalar umumnya ke lengan kiri, bahu, leher, rahang, punggung dan daerah epigastrium. Nyeri dapat disertai perasaan mual, muntah, sesak nafas, pusing, keringat dingin, berdebar-debar, takikardia, kulit pucat, kulit dingin dan hipotensi.

Tes diagnostik
a. EKG, akan didapatkan peningkatan amplitudo gelombang “T” pada sadapan standar (normal < 5 mm), segmen atau interval “ST” akan berkurang atau < 1 mm (normal 2–3 mm). b. Ekokardiograpi c. Pemeriksaan Radio Isotop seperti Radionuclide Imaging, Pyrophospate Scanning, Thallium Scanning. d. MRI (Magnetik Resonance Imaging). Penatalaksanaan medis a. Mortalitas umumnya akan terjadi dalam 4 jam pertama. 24 jam berikutnya resiko tinggi. b. Perawatan dilakukan di ruang UPI kardiovaskuler. c. Tirah baring total pada fase akut. d. Pengendalian rasa nyeri dengan Pethidin atau Morfin (nyeri, gelisah akan menimbulkan rangsangan syaraf simpatis yang meningkatkan kebutuhan O2, terjadilah arithmia). e. Pasang infus Dextrose 5 %, perhatikan batasan cairan. f. Diet rendah lemak, rendah garam, rendah kolesterol. Pada fase akut makan makanan cair atau saring. Biasanya pasien juga mengalami mual, muntah, hati-hati resiko aspirasi dan kardiak arrest. g. Pemberian terapi oksigen 2–4 liter/menit. h. Pemantauan EKG untuk mendeteksi arithmia. i. Pengobatan dengan obat-obat golongan trombolitik atau anti koagulan seperti Heparin, Aspirin dll. Komplikasi a. Gagal jantung kongestif, b. Syok kardiogenik, c. Infark miokard yang meluas, d. Emboli pulmonal, e. Perikarditis, f. Ruptur ventrikular, g. Aneurisma ventrikular. Pengkajian a. Kaji nyeri dada 1) Persepsi pasien tentang sakit dada, 2) Lokasi nyeri akan menjalar ke dua lengan bagian dalam, 3) Kaji kualitas nyeri dengan skala 0 – 10, 4) Kaji serangan dan lamanya sakit, serangan apakah secara tiba-tiba, berangsur-angsur setelah beberapa menit atau setelah beberapa jam. 5) Faktor-faktor pencetus, seperti saat marah, emosi yang hebat, pada saat istirahat. 6) Kaji faktor-faktor yang menghilangkan atau tidak akan hilang dengan istirahat, rebah posisi tidur atau obat Nitrigliserin. 7) Kaji tanda dan gejala pendukung lainnya seperti sesak nafas, pusing, lemah, perasaan akan pingsan/Sinscop. 8) Kaji tanda dan gejala gangguan gastro intestinal seperti SUH, mual sampai muntah. 9) Kaji faktor-faktor resiko lainnya seperti Perokok berat, hipertensi, diabetesmelitus, stres fisik dan mental, kurang berolah raga, hiper kolesterol dll. 10) Adakah gelisah atau seperti ketakutan, 11) TTV seperti TD akan menurun, DN dan P akan meningkat, suhu akan meningkat 3 – 7 hari pertama. 12) Diaporesis, pucat, kulit lembab dan dingin, 13) Data laboratorium a) Saat mulai sakit s/d 12 jam pertama LDH (Lactat Dehidrogenase) akan meningkat sampai 10 hari kemudian, b) CPK-MB (enzim kreatininkinase) akan meningkat 4 – 6 jam sesudah serangan sakit, biasanya akan normal setelah 3 – 4 hari kemudian. c) Pada hari kedua minggu pertama, Leukosit akan meningkat 10.000 – 20.000 /mm3 Diagnosa keperawatan a. Gangguan rasa nyaman : Nyeri dada s/d iskemik miokard. Tujuan Nyeri berangsur-angsur berkurang sampai dengan hilang. Rencana tindakan : 1) Anjurkan pasien istirahat baring 24 – 30 jam pertama serta beri posisi aman dan nyaman. 2) Kaji dan catat tingkat nyeri serta faktor yang memperberat rasa nyeri 3) Observasi TTV dengan ketat terutama selama nyeri berlangsung, 4) Anjurkan tehnik relaksasi, 1) Monitor EKG, lapor bila ada kelainan, 2) Jelaskan kepada pasien dan keluarga penyebab timbulnya nyeri dada. 3) Kolaborasi dokter untuk pemberian Petidin ataupun Morfin. b. Potensial perubahan kardiak out-put s/d gangguan listrik jantung. Tujuan Pasien dapat mempertahankan hemodinamik dan kardiak out-put. Rencana tindakan 1) Anjurkan pasien istirahat baring, 2) Kaji dan lapor tanda dan gejala penurunan kardiak out-put seperti hipotensi, oliguria, malaise, kulit dingin, pucat, diaporesis, pusing dan sesak nafas. 3) Ukur cairan masuk dan keluar dengan ketat, 4) Cegah pasien untuk mengejan (palsava manuver), kolaborasi dokter untuk pemberian obat laxansia untuk memudahkan defekasi, 5) Berikan ventilasi adequat, teraphi oksigen khususnya 24 – 48 jam pertama sesuai kebutuhan. 6) Melaksanakan program pengobatan: Lanoksin, Atropin, Isoprotenol, Propanolol (hitung HR dan obat jangan digerus). c. Ketidak mampuan memenuhi kebutuhan ADL s/d kelemahan fisik dn immobilisasi. Tujuan ADL terpenuhi Rencana tindakan 1) Kaji ketidak mampuan melakukan ADL (adakah yang mampu dilakukannya) 2) Bantu sepenuhnya dalam melakukan ADL (jika belum toleransi) 3) Beri dukungan dan jelaskan tujuan immobilisasi (mengurangi kebutuhan O2 miokardium), 4) Ajar pasien merawat diri secara bertahap atau sesuai batas toleransi, 5) Anjurkan paien untuk segera menghentikan aktivitas bila timbul nyeri dada secara tiba-tiba atau bila DN meningkat sampai > 100 kali/menit.

d. Kurang pengetahuan pasien tentang proses penyakit, perawatan dan pengobatan s/d kurang informasi.

Tujuan
Pengetahuan pasien tentang proses pnyakit, perawatan dan pengobatan merningkat.

Rencana tindakan
1) Kaji tingkat pengetahuan pasien tentang perjalanan penyakit, perawatan dan pengobatan.
2) Beri penjelasan yang dibutuhkan pasien dan keluarganya tentang proses penyakit, perawatan dan pengobatan (dosis, manfaat, efek samping) dengan bahasa yang mudah difahami.
3) Beri kesempatan kepada pasien dan kelurganya untuk bertanya.

e. Potensial tidak efektifnya mekanisme koping dan penyesuaian individu dan keluarga s/d perubahan status kesehatan.

Tujuan
Pasien dan keluarga dapat beradaptasi dengan program perawatan dan pengobatan di rumah.

Rencana tindakan
1) Jelaskan kepada pasien dan keluarga pentingnya melakukan atau meneruskan program latihan fisik di rumah.
2) Beri pendekatan kepada keluarga pasien agar mau memberikan dukungan kepada pasien,
3) Anjurkan pasien untuk bergabung dengan klab jantung sehat (jika ada),
4) Berikan alamat yang jelas tempat rujukan apabila mengalami nyeri dada hebat secara tiba-tiba yang disertai sesak nafas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar